Wednesday, 28 February 2018

Sejarah Asal Muasal Umrah


Sejarah Asal Muasal Umrah


Sejarah asal muasal umrah bermula dari masa nabi Ibrahim As (1861-1686 SM), Nabi Ibrahim As merupakan keturunan dari Nabi Nuh As (3900 – 2900 SM). Ketika itu Nabi Ibrahim As bersama istri dan ismail bersama-sama bermigrasi ke tanah haram yaitu mekkah.  Selanjutnya Allah memerintahkan Nabi Ibrahim untuk membuat Kabah.
Ketika masa Nabi Muhammad SAW Kabah dibersihkan dari berhala dan mengembalikan kemurnian ibadah haji sesuai dengan ketentuan Allah sejak masa Nabi Ibrahim As. Sepanjang hidupnya Nabi Muhammad SAW sudah melakukan umrah 4 kali dan haji 1 kali.
Sampai sekarang, apa yang telah dilakukan oleh Nabi Muhammad SAW. Ketika pertama kali melakukan ibadah umrah menjadi rukun umrah yang berlaku bagi seluruh umat islam yang hendak melakukan umrah.
Rukun umrah adalah :
  1. Ihram, beniat untuk umrah
  2. Thawaf
  3. Sai
Umrah bisa disebut juga dengan haji kecil. Yaitu melakukan beberapa ritual ibadah di kota mekkah, khususnya masjidil haram. Arti umrah sendiri menurut syariah adalah melakukan tawaf di kabah dan sai antara safa dan marwah setelah menggunakan ihram. Ihram merupakan keadaan seseorang yang telah berniat untuk melaksanakan ibadah umrah atau haji. Perbedaah Umrah dan haji adalah umrah bisa dilakukan sewaktu-waktu atau kapan saja sedangkan haji bisa dilakukan ketika 8 dzulhijah hingga 12 dzulhijjah.
Beberapa syarat untuk melakukan umrah adalah:
  1. Beragama islam baik wanita dan laki-laki
  2. Sudah baligh dan berakal
  3. Merdeka
  4. Memiliki dana
  5. Ada mahram (khusus bagi wanita)
Hal- hal yang perlu diperhatikan dalam melakukan ibadah umrah adalah:
  1. Apabila meninggalkan rukun umrah yaitu ihram, thawaf dan sai maka umrah tidak sah dan wajib diulangi
  2. Apabila meninggalkan kewajiban umrah yaitu melakukan ihram ketika memasuki miqat dan bertahallu dengan menggundul atau memotong sebagian rambut, maka ibadah umrah tetap sah dan kesalahan tersebut bisa di bayar dengan denda.
  3. Apabila melakukan jima (berhubungan suami istri) sebelum tahallul maka wajib membayar seekor kambing sebagaimana fatwa Ibnu Abbas Ra

99 Kisah Teladan Sahabat Perempuan Rasulullah

https://books.google.com.my/books?id=vxQs7ZpfzvAC&pg=PA24&lpg=PA24&dq=kisah+umrah+sahabat&source=bl&ots=S-pH5qlESo&sig=Ub9GpjmxZoLNEDLaaXmU3XLfb3o&hl=en&sa=X&ved=0ahUKEwiq7NrwocjZAhUBRY8KHa70B0gQ6AEIODAD#v=onepage&q&f=false

Tuesday, 23 January 2018

Pekan Ini Pakistan akan Memilih Calon Jamaah Haji 2018

biro Umrah Terburuk 2017 (2)
HAJIUMRAHNEWS – Pekan ini Pakistan akan menyelenggarakan pemilihan calon jamaah haji untuk tahun 2018. Penyelenggaraan itu akan dilakukan pada hari Jumat, 26 Januari 2018. Karena itu, aplikasi pendaftaran ibadah haji masih dibuka hingga hari Rabu besok. Ada 180 kuota yang akan dipersiapkan oleh pemerintah, berdasarkan kesepakatan dengan pemerintah Arab Saudi untuk tahun ini.
Dilansir The Nation, Senin (22/1), Juru bicara Kementerian Agama mengatakan, sudah lebih dari 172 ribu aplikasi haji diterima sejauh ini. Penduduk mengirimkan aplikasinya melalui bank yang ditunjuk pemerintah.
Saat ini, pemerintah Pakistan memang sedang berusaha untuk meningkatkan pelayanan ibadah haji dengan sebaik mungkin. Karena itu, pemerintah melalui Departemen Agama dan Harmoni Antargama telah membentuk Komite Penasehat Haji dengan tugas mengelola ibadah haji 2018 baik yang ada di Pakistan maupun Arab Saudi.
Dalam tugasnya, Komite ini akan melaksanakan langkah-langkah untuk memperbaiki layanan kesejahteraan bagi jamaah. Selain itu, untuk memberi saran mengenai kebijakan, perencanaan dan pengelolaan operasi haji dan mengawasi cara membangun komite perekrutan di Arab Saudi.
Komite sendiri dipimpin langsung oleh Menteri Agama dan Harmoni Antaragama, Sardar Muhammad Yousuf. Sementara anggotanya termasuk Ketua Senat Komite Tetap Kementerian Agama dan Harmoni Antaragama, Ketua Majelis Tinggi Majelis Nasional Kementerian Agama dan Harmoni Antaragama, Duta Besar Pakistan di Arab Saudi, Dirjen Haji, Jeddah dan Ketua Sekretaris Asosiasi Penyelenggara Haji Pakistan.
Sekretaris Kementerian Agama dan Harmoni Antaragama akan menjadi sekretaris panitia. Dukungan sekretaris akan diberikan oleh Departemen Agama dan Harmoni Antaragama. Panitia atau anggotanya bisa mengunjungi Arab Saudi, jika diminta, dengan persetujuan dari pejabat yang berwenang.
Ketua atau sekretaris HOAP akan melakukan perjalanan dengan biaya sendiri. Panitia atau anggotanya dapat mengunjungi KSA jika diperlukan, dengan persetujuan otoritas yang kompeten. Pengeluaran yang harus dikeluarkan pada kunjungan anggota panitia akan ditanggung oleh kantor masing-masing. 
Kuota Untuk Manula dan Orang Cacat
Sementara itu, pemerintah sendiri telah memberikan 10 ribu kuota ibadah haji untuk manula (5000) dan orang berkebutuhan khusus (5000).
Dilansir dari  Pakistan Observer, pada Ahad (14/1), Yousuf mengatakan, 10 ribu orang tersebut diberi preferensi dalam kuota pemerintah yang telah ditolak selama dua tahun terakhir.“Agar pembinaan pelayanan dan perlindungan lebih meningkat lagi pada kepuasan jamaah,” ujar Ali Taher Parasong. (1)
Sardar Yousuf mengatakan, sekitar 2.700 aplikasi telah diterima untuk pendaftaran perusahaan swasta atas aplikasi khusus. Sebuah dewan khusus sedang meninjau aplikasi. Ia memastikan, daftar itu segera selesai.


Yousuf mengatakan, sekitar 763 perusahaan swasta bekerja dengan Kementerian Agama Pakistan. Dia berharap, pemerintah Arab Saudi meningkatkan slot haji setelah sensus terakhir di Pakistan. (Kun)

Ditjen Pendis Akan Perkuat Program Moderasi Pendidikan Islam


HAJIUMRAHNEWS-Direktorat Jenderal Pendidikan Islam (Ditjen Pendis) menggelar Rapat Pimpinan Pelaksanaan Anggaran tahun 2018. Sekretaris Ditjen Pendis, Moh Ishom Yusqi menyampaikan bahwa dalam dua tahun ke depan harus digaungkan program moderasi agama dan pendidikan Islam.
“Program moderasi harus menjadi arus utama. Hal ini penting , sebab Kementerian Agama harus menjadi corong untuk menyampaikan Islam wasathiah kepada dunia,”  ujar Ishom di Cirebon, Senin (22/1).
Selain itu, Ishom juga menyampaikan bahwa Rapim penting dilaksanakan, untuk menjalin keakraban antar pejabat di lingkungan Ditjen Pendis. “Untuk menjalin kekaraban dan mempertegas bahwa kita memiliki semangat yang sama,” lanjut Ishom.
Terkait kepemimpinan dalam lingkungan birokrasi, Ishom menyampaikan pesan Menteri Agama, bahwa  pimpinan harus dekat dengan bawahan dan jangan menyalahkan bawahan.
“Pemimpin harus mengedukasi dan memberi contoh bawahan,” pungkas Guru Besar IAIN Ternate.
Ishom juga berpesan kepada para peserta Rapim untuk melakukan perencaan penarikan dana dengan baik.  “Agar jadwal pencairan dan kegiatan diatur dengan baik, dan yang tidak kalah penting dana bantuan (red. Bansos dan beasiswa) agar didahulukan,” tegas Ishom.
“Semua itu harus dilakukan dengan lebih cermat dan teliti, tidak boleh ada yang keliru,” imbuh Ishom
Kepala Bagian Keuangan Ditjen Pendis selaku ketua panitia Rapim, Aceng Abdul Aziz menyampaikan bahwa acara ini diselenggarakan untuk merumuskan pelaksanaan anggaran 2018.  Menurutnya, SPM tahun lalu belum selesai direkap, akan tetapi harus segera melaksanakan anggaran tahun ini.
“Tahun 2017, pusat berhasil melaksanakan anggaran sebesar 83 persen, atau sekitar 4 ribu SPM. Dan secara nasional, berhasil melaksanakan 95 persen,” terang Aceng.
Kegiatan Rapim diikuti oleh seluruh direktur, pejabat eselon tiga dan empat di lingkungan Ditjen Pendis.

Sunday, 21 January 2018

Jemaah umrah wanita dijangka meningkat 40 peratus - BUMITRA


Naib Presiden, Persatuan Ejen-Ejen Pelancongan Dan Pengembaraan Bumiputra Malaysia (BUMITRA), Ayob Mat Aris. - Foto Mokhsin Abidin

Jemaah umrah wanita dijangka meningkat 40 peratus - BUMITRA

KUALA LUMPUR: Jumlah jemaah wanita Malaysia yang mengerjakan umrah dijangka meningkat sehingga 40 peratus susulan keputusan Suruhanjaya Pelancongan dan Warisan Kebangsaan Arab Saudi (SCTH) membenarkan wanita berusia 25 tahun dan ke atas masuk ke negara itu menggunakan visa pelancong.
Naib Presiden Persatuan Agensi-Agensi Pelancongan dan Pengembaraan Bumiputera Malaysia (BUMITRA) (Haji dan Umrah), Ayob Mat Aris, berkata pihaknya yakin keputusan terbaru SCTH itu akan mendorong lebih ramai wanita negara ini ke Arab Saudi untuk mengerjakan umrah.
Katanya, ia berdasarkan kepada petunjuk ekonomi Malaysia dan aliran pelancongan hari ini yang menyaksikan golongan wanita sekitar usia berkenaan dan ke atas mempunyai kemampuan kewangan yang tinggi untuk mengembara ke luar negara.
"Kami sangat mengalu-alukan keputusan SCTH ini dan berterima kasih kepada kerajaan Arab Saudi kerana ia akan memudahkan rakyat kita, terutama wanita berusia 25 tahun dan ke atas melancong atau membuat umrah.
"Keputusan ini memudahkan wanita dalam golongan usia terbabit hendak ke Arab Saudi kerana tidak memerlukan mahram. Kita tahu ada antara mereka yang bujang atau ibu tunggal yang sangat berharap dapat ke Tanah Suci pada usia muda.
"BUMITRA menjangkakan urusan mengelolakan urusan umrah atau melancong ke Arab Saudi meningkat antara 30 hingga 40 peratus, sekali gus membantu meningkatkan pendapatan syarikat pengelola kembara ke Tanah Suci," katanya kepada BH, hari ini.
Berdasarkan keputusan terbaru itu, visa pelancong akan berfungsi sebagai visa masuk tunggal dan ia sah selama 30 hari.
Visa itu merangkumi mereka yang sudah berada di Arab Saudi, termasuk bagi individu yang bekerja, melancong, menunaikan haji dan umrah.
Ayob berkata, peraturan baharu itu juga bakal melegakan syarikat pengelola kembara ke Arab Saudi yang sebelum ini mengharapkan lebih ramai jemaah kali pertama melawat atau mengerjakan umrah.
"Apabila visa haji dan umrah naik kepada RM2,200 (SR2,000) bagi jemaah yang kali kedua, ia mengurangkan kadar kekerapan jemaah kita mengerjakan ibadah, sekali gus mengurangkan kadar perolehan.
"Justeru, apabila peraturan baharu diperkenalkan, ia bakal menyaksikan pertambahan jumlah jemaah atau pelancong kali pertama, terutama golongan wanita ke Arab Saudi, yang akan membantu dari segi pendapatan syarikat," katanya.

Najib, keluarga diberi penghormatan ziarah makam Nabi Muhammad SAW

Najib, keluarga diberi penghormatan ziarah makam Nabi Muhammad SAW
Najib bergambar di pintu masuk makam Rasulullah SAW di Masjid Nabawi, Madinah, pada Selasa, 9 Jan, 2018. Facebook Najib Razak
KUALA LUMPUR: Perdana Menteri Datuk Seri Najib Tun Razak dan keluarga diberi penghormatan oleh kerajaan Arab Saudi menziarah Makam Nabi Muhammad SAW pada Selasa sempena lawatan kerja lima harinya ke negara itu.

"Alhamdulillah, semalam saya dan keluarga telah melawat Raudhah dan Makam Nabi Muhammad selepas Solat Isya' di Masjid Nabawi (di Madinah).

"Raja Arab Saudi, Raja Salman Abdulaziz Al Saud, telah memberi kebenaran untuk saya dan keluarga termasuk Bonda (Tun Rahah Mohammad Noah) memasuki makam Rasulullah.


Terdahulu, Pejabat Perdana Menteri dalam satu kenyataan berkata lawatan kerja Perdana Menteri ke Arab Saudi bermula Selasa hingga 12 Jan ini adalah atas jemputan Raja Arab Saudi.

Menurutnya lawatan itu bertujuan membolehkan pemimpin kedua-dua negara berbincang isu-isu dua hala yang telah dipersetujui semasa kunjungan sulung baginda ke Malaysia tahun lalu.


Selain itu, adalah menjadi hasrat perdana menteri untuk menunaikan ibadah umrah semasa lawatan kerja tersebut, kata kenyataan itu.

-- BERNAMA

Agensi lepas tangan, 10 ejen pakej umrah dakwa jadi 'kambing hitam'

Agensi lepas tangan, 10 ejen pakej umrah dakwa jadi 'kambing hitam'
Mangsa yang juga ejen di agensi berkenaan mendedahkan perkara ini ekoran bimbang akan ada lagi jemaah lain yang bakal ditipu dan terkandas di Tanah Suci. -Gambar hiasan
ALOR SETAR: Sepuluh individu yang dilantik sebagai agen di sebuah agensi pakej umrah mendakwa mereka telah ditipu dan dijadikan kambing hitam.

Agensi ini dikatakan berpangkalan di Johor dengan satu cawangannya di Sungai Petani, Kedah yang baru beroperasi selama tiga bulan bermula 1 Oktober lalu.

Mangsa yang juga ejen di agensi berkenaan mendedahkan perkara ini ekoran bimbang akan ada lagi jemaah lain yang bakal ditipu dan terkandas di Tanah Suci.

Menurut mereka sebelum ini terdapat jemaah yang memberi maklum balas negatif susulan perkhidmatan yang diberi tidak setimpal dengan bayaran yang dikeluarkan.


–– ADVERTISEMENT ––
Tambah mereka, perkara ini sangat menyedihkan apabila jemaah perlu menggunakan duit sendiri untuk membeli tiket penerbangan pulang ke Malaysia.

Sementara itu, Setiausaha CAKE, Mohd Yusrizal Yusoff berkata ini merupakan aduan pertama bagi tahun 2018.

Masalah ini timbul setelah bayaran yang dikeluarkan tidak setimpal dengan kemudahan yang disediakan.

Beliau berkata, bagi menangani masalah ini daripada berlaku secara berleluasa, perkara tersebut perlu dilaporkan kepada pihak berwajib.

Menurutnya, pihak berkenaan perlu mengambil langkah yang efektif bagi melindungi hak pengguna.

"Aduan yang kita terima jemaah tidak dibekalkan tiket untuk pulang ke Malaysia. Ini menyukarkan para jemaah untuk pulang dan perkara ini telah diselesaikan oleh ejennya tanpa bantuan daripada syarikat.

"Persatuan pengguna menerima aduan penipuan jemaah dan kita berharap pihak atasan memantau perkara ini dan melaksanakan mekanisme terbaik untuk melindungi pengguna terutamanya jemaah untuk menunaikan umrah dengan selesa," kata Mohd Yusrizal.

Dalam perkembangan sama, individu bergelar "ustaz" yang bertanggungjawab menguruskan 10 individu ini gagal dihubungi sejak Disember lalu.

Berikutan itu, kesemua mereka membuat laporan di Ibu Pejabat Polis Daerah (IPD) Kuala Muda berhubung hal itu untuk mempertahankan diri bahawa mereka tidak bersalah.

Pada disember lalu, lebih 25 jemaah membuat laporan mendakwa ditipu seorang individu bergelar “ustazah” menipu pakej umrah

PAKEJ UMRAH PREMIUM 2020 - RICHWORLD TRAVEL

PAKEJ UMRAH PREMIUM - PAKEJ CUTI SEKOLAH Boleh terus click link whatapps kami untuk survey. https://wa.me/60108694884 # ...